7 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Saat Mencuci Mobil

Tak bisa dipungkiri bahwa mobil yang bersih mencerminkan perawatan yang baik oleh si pemilik, terutama perawatan bodi. Umumnya perawatan dilakukan dengan mencuci dan pengeringan, selain itu juga ada proses parkir yang bebas dari suhu dingin dan panas.

Tapi tahukah Anda bahwa mencuci mobil tidak bisa sembarangan, perlu mencermati beberapa hal agar perawatan jadi maksimal. Dibawah ini kamu telah menginformasikan 7 kesalahan yang sering terjadi saat mencuci mobil, perhatikan dengan seksama.

 

1.Spons

Apa bahan terbaik untuk membersihkan mobil saat dicuci? Banyak, ada serat karbon, yang terbuat dari kain atau biasanya menggunakan kanebo itu oke. Namun sayangnya masyarakat Indonesia dengan ketidakpahamannya, atau kemalasan masih menggunakan spons.

Padahal spons adalah salah satu bahan yang agak berbahaya jika digunakan untuk menggosok saat mencuci mobil. Karena debu halus, serta kerikil kecil bisa masuk ke pori-pori saat mencuci. Setelah itu, karena pemiliknya masih melakukan gerakan berulang, permukaannya bisa digosok dan tergores karena kerikil.

 

2.Ember

Medium mengandung air adalah bak atau ember beberapa liter. Terlepas dari volumenya, tidak disarankan hanya menggunakan satu ember. Akan lebih baik jika ada dua ember dengan satu deterjen dan satu air bersih.

Menggunakan ember saja sangat berbahaya, karena selain kapasitas air yang terbatas, maka fungsinya akan tercampur. Ya cuci di sana, ya bilaslah dengan baik di sana. Padahal fungsi pemblias ember adalah kotoran dari pangkuan bisa dilepas.

 

3.Cairan Pencuci Mobil

Salah satu kesalahpahaman umum yang masih umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah penggunaan mobil cairan khusus non-shampoo. Bahkan banyak yang masih menggunakan shampo untuk mencuci mobil.

Ini akan berpotensi tidak akurat dalam fungsi sampo. Jumlah deterjen, PH dan tingkat yang berbeda akan sangat mempengaruhi tingkat warna dan kebersihan mobil Otolovers.

 

4.Wax

Perlu dipahami bahwa lilin sebenarnya adalah peralatan sekunder, tetapi itu tidak berarti itu dapat ditinggalkan. Lilin adalah zat yang digunakan agar mobil terlihat berkilau sempurna dan enak dilihat pasca dicuci dan dikeringkan.

Di sisi lain, penggunaan lilin juga mampu berfungsi sebagai luka goresan yang telah diterima oleh bodi mobil. Itu tidak sepenuhnya pulih, tetapi penggunaan lilin dapat meminimalkannya. Sayangnya banyak orang Indonesia agak malas untuk menyalakan mobil mereka.

 

5.Pengeringan

Jika Anda terlalu sering mengemudi dalam hujan, dan pagi berikutnya kembali ke kabin mobil, tentang apa yang terlihat di kaca depan mobil? Tambalan adalah ukuran panu yang muncul sebagai bentuk efek hujan yang mengering.

Itulah yang masih terjadi di masyarakat. Tidak hanya ketika hujan, tetapi seringkali pengeringan dilakukan apa adanya dan hanya diangin-anginkan. Efeknya adalah kotoran dan sisa sabun yang menggantung karena tidak disapu menggunakan kain yang benar.

 

6.Cuci Bagian bawah

Mencuci untuk beberapa pemilik mobil memang merepotkan, terkadang itu membuat mereka hanya mencuci pada beberapa bagian luar mobil. Padahal bagian mobil bukan hanya apa yang dilihat dari luar.

 

Bagian bawahnya juga perlu dicuci, itulah sebabnya mengapa banyak layanan carwash di Indonesia sudah memiliki hidraulik untuk memudahkan mencuci bagian bawah. Penampilan yang kece luar tidak akan menjadi apa-apa jika di bagian bawah penuh lumpur dan berkarat.

 

7.Mencuci

Itu memiliki konsekuensi, siapa yang menanam, dia yang menuai. Juga berlaku untuk mobil. Memiliki mobil berarti bertanggung jawab penuh atas kondisi yang dialami oleh mobilnya, jadi dari Anda yang berniat memiliki mobil, siapkan dari fisik dan mental.

Karena terkadang banyak orang yang sudah punya mobil malah malah merasa malas untuk merawat mobilnya. Dan lebih memberi mobilnya kepada orang lain. Mungkin bagus, jika sesekali dibawa ke salon mobil, tapi akan jauh lebih baik jika hanya mencuci saja yang ditangani dengan tangan Anda sendiri. Jadi ada lebih banyak chemistry dengan mobil yang dimiliki dan jadi tahu lebih banyak tentang rintangan yang dihadapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Related Post