6 Masalah Pada Ban Dan Rem yang Wajib Anda Perhatikan

Ada dua komponen penting dalam kendaraan. Tanpa itu, mobil atau sepeda motor dijamin tidak berfungsi. Itu ban dan remnya. Ban menjadi baris terakhir dari sistem gerakan. Yaitu distribusi tenaga mulai dari mesin, transmisi, lalu ke gardan, diterjemahkan ke dalam gerakan oleh ban. Rem, tentu saja, semua mengerti, untuk menghentikannya.

Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa masalah yang mudah diatasi dengan ban dan rem. Masalah yang terkesan sepele, tetapi jika dibiarkan sendiri, maka kehidupan pengemudi dan penumpang menjadi taruhan. Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu sedikit melelahkan dan ‘merasakan’ sebelum, selama dan setelah mengendarai mobil. Berikut beberapa hal yang kami maksud.

 

1.Tekanan Angin Ban Kurang atau Berlebihan

Masalah klasik. Selalu periksa tekanan ban secara teratur. Setidaknya seminggu sekali. Semakin sering tentunya akan lebih baik, terutama jika mobil digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari.

Ban yang paling banyak angin akan membuat tapak ban tidak digenggam dengan sempurna. Kontak optimal akan berkurang secara drastis dan menghasilkan lebih sedikit traksi di permukaan jalan. Ban yang benar yang diisi dengan lebih banyak angin akan membuat penurunan gulir berkurang dan konsumsi bahan bakar dapat ditekan. Namun konsekuensinya, berkurangnya traksi akan membuat mobil sulit dikendalikan.

Sebaliknya, ban angin yang kurang juga memiliki konsekuensi tersendiri. Pertama, mobil akan lebih boros bahan bakar karena tapak telapak yang menggigit permukaan jalan menjadi lebih luas. Kedua, struktur ban dapat terancam rusak karena beban yang berlebihan ditanggung, terutama ketika mobil diisi beban penuh dan ngebut. Kedua masalah ini mengarah pada keamanan. Karena itu, selalu periksa tekanan ban.

 

2.Bunga Ban Menipis

Ban biasa, juga disebut tapak, adalah pola pada telapak ban yang memungkinkan karet bundar ini untuk menggenggam permukaan jalan. Pola biasanya dirancang sedemikian rupa, sesuai peruntukannya. Ketika perkembangan ini mulai menipis, itulah yang biasa disebut ban botak.

Karena itu, penting untuk memperhatikan keausan tapak ini dengan hati-hati. Ban yang botak tidak bisa menggenggam jalan secara optimal, dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Bagaimana cara mengukurnya? Produsen ban biasanya melengkapi produk mereka dengan indikator segitiga yang dapat Anda lihat pada sisi pengembangan ban. Jika segitiga (atau juga disebut TWI, Tread Wear Indicator) mulai mulai paralel dengan permukaan ban, pertanda harus diganti. Jika sudah hilang, Anda tidak main-main lagi, segera ganti saja.

 

3.Rem Mengeluarkan Suara Decit

Ingat, remnya berdecit, bukan ban yang mengunci karena pengereman. Selain suara itu adalah indikasi bahwa rem Anda bekerja, juga merupakan tanda waktu untuk memeriksa disk dan kanvas (sepatu) rem.

Rem melengking mungkin karena kotoran, atau kanvas rem biasanya perlu diganti. Kami sarankan untuk segera membawa mobil ke bengkel terdekat untuk diperiksa.

 

4.Getaran pada Pedal Rem

Rem getar dapat memiliki dua makna. Jika mobil Anda memiliki sistem ABS, maka saat pengereman cukup kuat, Anda akan merasakan pedal rem seolah-olah berdenyut. Tetapi jika rem sedikit sudah merasakan getaran, Anda harus memeriksa disk rem.

Disk rem dapat aus dengan penggunaan, atau terlalu panas karena pengereman berat yang berkelanjutan (saat jalan turun, misalnya). Rem cakram yang tidak rata, mengakibatkan sepatu rem tidak mendapatkan cengkeraman yang sempurna, hasilnya adalah getaran yang timbul pada pedal.

 

5.Pedal Rem Terlalu Jauh

Sulit untuk mengatakan mana yang paling berbahaya ketika berbicara tentang rem karena semuanya sangat penting. Jika Anda merasa pedal rem terasa lembut dan dalam, mungkin ada kebocoran di sistem pengereman. Jika Anda bisa memperbaikinya sendiri, segera perbaiki. Jika tidak, hubungi truk derek untuk membawa mobil ke bengkel.

 

6.Mobil Banting Stir Saat Direm

Itu juga sangat berbahaya. Direm bukannya langsung berhenti, tapi malah berbalik. Selain di suatu tempat di mana ia akan berhenti, itu bisa berbahaya bagi orang lain. Ini bisa terjadi karena pasokan cairan rem tidak sempurna. Entah karena diblokir, atau ada udara masuk ke tabung rem. Atau bisa juga karena ada satu piston (yang mendorong kanvas rem) macet. Sekali lagi, jika ini terjadi, hubungi langsung bengkel.

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.