4 Fakta Penting Tentang Penggantian Oli Yang Belum Anda Ketahui

Penggantian oli mobil bukan masalah sepele. Kesalahan dalam memilih atau saat mengganti oli dapat berakibat fatal di kemudian hari pada mesin. Pemahaman tentang oli diperlukan ketika Anda memiliki kendaraan. Berikut adalah 4 fakta tentang penggantian oli yang harus Anda pahami.

1.Sering Terjebak Macet Membuat Oli Cepat Berubah

Ada istilah stres atau sudah rusak. Ini berarti kinerja oli juga menurun dalam menjalankan fungsi. Tetapi apakah benar bahwa sering dihantam oleh oli harus diganti lebih sering? “Saya pikir itu benar, karena mesin hidup tanpa odometer yang bergerak, salah satunya adalah semakin banyak faktor panas yang didapat mesin, semakin panas suhunya, semakin pendek umur oli, setiap 10 derajat meningkat, semakin pendek oli mendapat separuh umurnya, “kata Agung Prabowo selaku Technical Specialist PT Pertamina Lubricant saat presentasi di Myth & Facts tentang acara BBM & Lubricant di Bogor (26/3). Intinya, ganti oli dilakukan saat oli sedang tertekan dan kemacetan jalanan yang ekstrem jadi salah satu penyebab stres oli cepat.

 

2.Sering Ganti Merek Oli Ternyata Tidak Masalah

Mengubah pemilihan merek oli tidak menimbulkan masalah. Selama jenis oli yang cocok dan sama, termasuk spesifikasi dan SAE sama, mengubah merek sangat aman. “Kalau sama-sama jenis oli, begitu juga spesifikasinya, itu tidak masalah. Sedangkan basis yang sama, meski berbeda merek, tidak ada masalah,” kata Agung.

 

Patut diperhatikan, menurut Agung, jangan dicampur antara oli mineral dengan sintetis sepenuhnya. Karena ada aditif yang tidak kompatibel antara keduanya. Jadi jika Anda ingin beralih ke oli sintetis penuh, pastikan pembilasan atau pengurasan dengan saksama pada mesin untuk skrap oli tua tidak dibiarkan lagi. Dan sebaliknya. Selain itu, pastikan usia oli masih terbilang baru ketika memilih full synthetic. Usia 3 – 6 bulan yang dipajang di toko adalah jangka waktu yang masih bisa diterima. Tidak disarankan untuk membelinya.

 

3.Perubahan Warna Bukan Indikator Untuk Mengganti Oli Mesin

Semakin banyak pekerjaan oli yang rusak. Warnanya juga berubah menjadi lebih terkonsentrasi. Wajar, karena perubahan warna menjadi indikasi bahwa oli bekerja dengan baik untuk mengikat partikel kecil untuk menghindari pengendapan. Itu sejalan dengan salah satu fungsi oli, yaitu pembersihan. Jadi perubahan warna oli saja tidak bisa dijadikan patokan sebagai indikator waktu ganti oli. “Oli bagus membawa lebih banyak kotoran, lihat saja filternya saja, tidak butuh waktu lama, tiga hari (sejak ganti) sudah cukup,” kata Agung.

 

4.Mengganti Oli Setiap 10.000 km Tidak Wajib

Asumsi bahwa oli harus diganti setelah 10.000 km adalah salah. Memang, masing-masing produsen mobil memberi referensi untuk mengubah oli berdasarkan waktu atau jarak penggunaan. Namun jarak 10.000 km tidak diperlukan untuk mengganti oli. Pengganti oli masih dilakukan karena oli sudah stres dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi jika Anda ingin mengacu pada jarak, harus mengikuti yang direkomendasikan oleh produsen

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.