10 TIPS MENGIDENTIFIKASI MOBIL BEKAS BANJIR

Di musim dengan intensitas hujan yang mulai naik yag seperti itu kini tak jarang sejumlah daerah di ibukota Jakarta kembali merendam di luapan air. Akibatnya, tak sedikit mobil yang ikut menjadi korban genangan air bercampur tanah atau lumpur. Konsekuensi fatal ketika mobil terendam dalam air, mulai dari kotoran keras kepala termasuk jamur dan karat, kerusakan pada sektor listrik, dan kerusakan pada jantung mekanis yang menyebabkan mobil turun mesin.

Biasanya, setelah mobil dibanjiri, pilihan utama pemilik mobil adalah menjualnya, dengan layanan besar-besaran pada saat yang sama membersihkan sisa-sisa atau jejak yang menunjukkan bahwa mobil pernah ‘berkubang’. Alasannya tentu saja mobil itu bisa ditransfer dengan lancar dan nilai harganya masih bisa dipertahankan dengan baik. Akibatnya, pembeli mobil bekas yang tidak tahu akan mendapat kerugian besar.

“Teliti sebelum membeli” adalah pesan yang paling penting di sini sehingga Anda tidak kehilangan uang ketika memutuskan untuk membeli mobil bekas. Orang dituntut untuk lebih akrab dengan karakteristik mobil yang pernah tergenang ketika ingin membeli mobil bekas. Lalu bagaimana cara mendeteksi mobil bekas yang sudah kebanjiran? Di sini kami menguraikan tips untuk mendeteksi tanda-tanda mobil bekas yang telah tergenang air.

 

1.Periksa Lokasi Asal Mobil

Yang paling penting dan paling mendasar, Anda dapat mencoba untuk mengekstrak informasi dari pendaftaran kendaraan dengan melihat alamat pemilik sebelumnya, untuk mengetahui area di mana pemilik tinggal adalah salah satu lokasi yang rawan banjir atau tidak. Memang, tidak semua mobil di daerah rawan banjir pasti terendam, tetapi ini harus menjadi pertimbangan.

 

2.Jangan Tergiur Dengan Harga Murah

Anda harus memproklamirkan sikap tidak mudah tergiur oleh harga jual yang sangat condong alias jauh lebih murah dari harga pasaran. Karena bisa jadi ‘tidak ada udang di balik batu’ dari harga penawaran yang terlalu murah, dan salah satunya masalahnya bisa jadi mobil bekas banjir.

 

3.Aroma Kabin Mobil

Cara berikutnya adalah memasuki area kabin karena salah satu tanda paling sulit dari banjir yang paling halus adalah bau atau bau di sektor kabin. Jika ada bau tidak alami, seperti bau apek atau bau yang berlebihan yang dihasilkan dari penggunaan agen penghilang bau kabin, pengharum kabin atau bau kopi (yang diyakini menghilangkan bau yang tidak menyenangkan), itu juga bisa menjadi indikasi bahwa mobil itu pernah tenggelam dalam banjir.

 

4.Cek Juga Fisik Mobil

Anda juga dapat mencoba mencari tanda-tanda banjir seperti karat dan noda pada kendaraan fisik. Meskipun pemilik sebelumnya sudah membersihkan dan melakukan servis besar, ada kemungkinan area kecil lolos dari pembersihan. Salah satu bagian yang dapat Anda deteksi sendiri adalah dari sisi dinding area mesin, apakah ada noda pada bekas yang terendam air atau tidak. Karena noda pada bagian ini biasanya cukup sulit dihilangkan, bahkan mungkin harus dicat ulang untuk menghapusnya.

 

5.Kaca Mobil Tampak Berembun

Kemudian perhatikan dengan seksama bekas uap air yang menjadi seperti embun yang menempel pada bagian kaca yang mirip di rumah lampu, baik itu di depan dan belakang. Jika ada embun ketika kondisinya masih bagus atau tidak retak atau pecah, kemungkinan air banjir pernah merendam mobil.

 

6.Cek Kabin Interior

Pemeriksaan berikutnya yang dapat Anda lakukan adalah di sektor bagasi mobil hingga ke belakang karpet, di mana beberapa mobil menyimpan ban cadangan di dalamnya, karena area tersebut juga termasuk yang sering terlewatkan saat dibersihkan, dan jika memungkinkan periksa Karpet bagian dalam mobil meski agak susah melakukan hal ini. Kondisi kain pelapis dan karpet itu sendiri juga bisa diperiksa untuk noda, dan jika sudah diganti bisa ditanyakan kenapa.

Oh ya, bagian karet dari pintu yang menempel pada tubuh juga layak untuk perhatian Anda, dengan menghapusnya dan mencari sisa-sisa pasir atau lumpur. Selain itu, area seperti di bawah dan dashbosrd, kabel, dan bagian tersembunyi lainnya juga harus diamati. Jika Anda menemukan bekas pasir, tanah, atau noda air, ada kemungkinan banjir mobil bekas.

7.Cek Kondisi Keseluruhan Mobil

Anda juga harus melewati test drive untuk dapat merasakan apakah kinerjanya masih bagus atau telah menurun. Jika mobil yang terkena banjir tidak sepenuhnya dirawat, gejala seperti mobil sulit untuk dinyalakan, mesin deru yang tidak normal, hingga gangguan fungsi listrik seperti lampu indikator, fungsi whipper, dan fungsi lain yang terkait dengan mobil listrik. Sistem audio juga akan terganggu ketika mobil itu pernah terendam banjir sehingga kinerjanya akan bermasalah. Jika telah diubah Anda dapat menanyakan alasannya.

 

8.Lacak Pemeriksaan Rekam Layanan

Anda dapat melihat rekam jejak layanan dan pemeliharaan, di mana mobil yang dirawat dengan baik selalu memiliki rekam jejak layanan di bengkel resmi sehingga dapat diperiksa langsung masalah yang telah terjadi pada mobil melalui bengkel resmi.

 

9.Ajak Ahli Mekanik

Jika Anda memiliki kenalan mekanis dari lokakarya kepercayaan, Anda harus mengundangnya untuk memeriksa mobil bekas yang ingin Anda beli. Mekanik biasanya akan tahu lokasi mana yang harus dia periksa untuk mengidentifikasi jejak mobil yang banjir. Mulai dari memeriksa oli, filter udara, hingga area di belakang kemudi termasuk rem dan komponen lainnya.

 

10.Pilih Penjual yang Tepercaya

Membeli mobil bekas harus disertai dengan sikap ekstra hati-hati, terutama jika membeli dari pedagang yang tidak memiliki kredibilitas. Tak jarang penjual mobil bekas berperilaku ‘nakal’ dan menutup-nutupi bahwa mobil yang dijualnya pernah ‘berenang’ dalam banjir air. Menanggapi hal ini, ada baiknya Anda menemukan mobil bekas untuk seorang pedagang yang sudah dapat diandalkan karena sebelumnya mereka juga telah memeriksa kendaraan dan memberikan jaminan atau garansi bahwa mobil yang mereka jual bebas dari bekas banjir.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.